Bangga Menjadi Warga Negara Indonesia

Sabtu, 13 Agustus 2017

Natural Hill, Lembang

Gila gila gila! I’m soo excited and nervous at the same time!

Sebentar lagi, hari ini, jenjang SMP Semi Palar akan melakukan PBB (Pasukan Baris Berbaris) dengan formasi yang sudah kita latih selama 3 kali pertemuan. Kita akan tampil di acara Selametan Semi Palar. Sayang sekali kita harus melewatkan beberapa permainan karena kita harus latihan PBB yang terakhir sebelum tampil.

Ternyata hanya ada 27 dari 35 orang yang ikut acara Selametan, dengan itu kita harus merubah formasi tampil. Kita dibagi menjadi 3 pasukan. Pasukan 1 yang di kanan, pasukan 2 yang di tengah, dan pasukan 3 yang di kiri. Aku berada di pasukan 2.

Ada beberapa orang yang pindah pasukan, oleh karena itu ada beberapa yang masih bingung dengan gerakan pasukannya. Setelah semua mengerti, ada 3 orang yang akan dipilih untuk membawa patung Soekarno-Hatta dan bendera merah putih.

Aku mengingat hari saat kita diajak untuk mengikuti PBB dan tampil di acara selametan Semi Palar. Dan membawa patung Soekarno dan Hatta!

Patung Soekarno-Hatta yang kita bawa itu sudah mengunjungi 92 pulau-pulau terdepan Indonesia. Aku merasa super duper bangga karena kami, Pasukan Baris Berbaris pertama Semi Palar bisa melihat, menyentuh, dan membawa patung-patung tersebut. Patung Soekarno berwarna merah cerah dan patung Hatta berwarna putih.

Untuk 3 orang tersebut, berasal dari 3 kelas. Yang membawa patung Soekarno adalah Fauzan (kelas 9), yang membawa patung Hatta adalah Feta (kelas 7), dan yang membawa bendera merah-putih adalah akuu! (kelas 8). Walaupun aku tidak membawa patung Soekarno ataupun Hatta, membawa bendera merah-putih pun aku sangat bangga. Aku sama sekali tidak menyangka, pengumuman itu sama seperti ditembak ditempat “JOL!”.

Karena kita latihan dilapangan cadangan, kita akan melakukan gladi resik di lapangan utama. Tetapi setibanya kita disana, orang-orang sudah berkumpul mengelilingi peta Indonesia yang mereka buat menggunakan ranting-ranting kering, foto-foto keluarga, dan balok-balok kayu. Jadi gladi resik dibatalkan dan kita akan memulai penampilan yang sesungguhnya.

Astaga, jantungku berdetak sangat kencang, ini dihadapan keluarga besar Semi Palar, aku tidak bisa mengacaukan ini.

Kita diberi sambutan yang sangat meriah. Lalu, Indira (kelas 9) memberikan aba-aba jalan ditempat dan buka formasi. Oke sejauh ini semuanya berjaan lancar, lanjutkan. Hingga tiba saatnya dimana aku, Fauzan dan Feta maju untuk mengambil Patung Soekarno-Hatta dan bendera merah-putih. Saat kami siap untuk maju ke depan, lagu “Padamu Negri” pun dinyanyikan. Jantungku berdetak semakin kencang, keringat dingin semakin bermunculan, semilir angin menerpa leherku, dan rasa banggaku akan Indonesia semakin besar.

Saat kami kembali ke posisi masing-masing, lagu Indonesia Pusaka diputar dan salah satu puisi dideklamasikan. Saat itu, air mata sudah menumpuk dipelupuk mataku, tetapi aku tahan air mata tersebut. Akhirnya formasi sudah ditutup dan semua orang bertepuk tangan dengan sangat meriah, wow.

Kak Andi, kepala sekolah Semi Palar, pun menyampaikan beberapa cerita terkait acara Selametan tersebut. Dan kami dibubarkan, saat aku melihat Indira, dia sedang menangis yang membuatku ingin menangis juga. Ia sangat bangga bisa menjadi Pemimpin Pasukan. Apalagi, ini adalah PBB Semi Palar yang pertama kalinya. Rasa bangga juga mengalir di dalam tubuhku.

Kami pun melihat hasil foto-fotonya. Kami pun melihat hasil jepretan dari drone dan barisan kami sangat-sangat rapi. Kami hanya latihan 3 pertemuan dan itu masih belum sempurna, di hari H kita ubah formasi dan hanya 1 jam latihan, dan hasilnya sangat-sangat mengagumkan.

Walaupun usia kami masih terbilang muda, dan secara teknis kami belum sah untuk menjadi Warga Negara Indonesia. Kami sangat sangat bangga untuk menjadi Warga Negara Indonesia

Advertisements

7 thoughts on “Bangga Menjadi Warga Negara Indonesia

  1. andysutioso says:

    kami juga bangga melihat kalian mampu merespon tantangan2 yang diberikan dengan baik. Terima kasih Alika dan teman2 SMP Semi Palar.
    Satu koreksi kecil coba baca ulang seluruhnya, sayang kalau tulisan sebagus ini masih ada typo-nya. Pembaca jadi terganggu fokusnya karena ada kesalahan penulisan. Tolong
    dikoreksi ya.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s