Sesi Kebersamaan Bersama Kak Adenita

Kamis, 22 September 2016

Kelasku, kelompok Kakapo, kedatangan tamu spesial yaitu Kak Adenita Priambodo. Kak Adenita merupakan penulis dari buku ‘ 9 matahari ‘ dan ‘ 23 episetrum ‘. Saat Kak Adenita hadir di kelas, terpancar jelas keramah-tamahannya. Kita pun membuat lingkaran dan Kak Adenita mulai menanyai + mencatat nama dan satu kata yang mencerminkan masing-masing orang.

image

Awal mula perbincangan dimulai dari proyek yang sedang dilakukan kelompok Kakapo. Kita menjelaskan poster autobiografi kita yang sebelumnya berbentuk narasi. Aku juga mem-publish autobiografi singkat ku disini lho!

Akhirnya Kak adenita membahas salah satu bukunya yaitu ‘ 23 episentrum ‘. Buku ‘ 23 episentrum ‘ ini merupakan buku two in one yang menceritakan tentang 23 orang dengan profesi yang berbeda-beda. Salah satu bukunya berisi novel atau cerita fiksi, dan yang satunya lagi merupakan suplemen atau fakta. Buku ini ditulis oleh Kak Adenita berdasarkan isi curhatan 23 orang-orang tersebut. Curhatannya berisi tentang perjuangan hidup-hidup mereka hingga menjadi orang yang sukses dan banyak memberikan motivasi.

Kak Adenita juga sering mewawancarai orang-orang, sehingga ia berbagi tips mengenainya.

” Berdirilah sama tinggi, dan duduklah sama rendah ”

Itu kata-kata yang terucap oleh Kak Adenita, yang bermakna kita tidak boleh merasa gugup bila mewawancarai orang yang lebih tinggi daripada kita dan kita tidak tidak boleh merasa tinggi diri bila mewawancarai orang yang lebih rendah daripada kita. Katanya cobalah untuk membuat narasumber merasa senyaman mungkin. Jika tidak begitu, maka narasumber sendiri akan memberikan info yang tidak lengkap. Sebelum turun ke lapangan, pewawancara sebaiknya terebih dahulu mengorek infomasi tentang narasumber  tersebut.

Hingga akhirya tiba di sesi tanya-jawab, kelompok kakapo boleh menanyakan apapun yang bisa didapat dari Kak Adenita. Kita bertanya berdasarkan pertanyaan-pertanyaan ang sudah kita buat terlebih dahulusebelum Kak Adenita masuk kelas. Sesi tanya-jawab berlangsung cepat dan kita akan mengakhiri sesi kebersamaan ini.

Kita memberikan Kak Adenita sertifikat apresiasi yang sudah ditandatngani oleh masin-masing kelompok Kakapo dan tas #DIETPLASTIKSMIPA , lalu kita berfoto bareng dengan pose yang tidak karuan, hehehe..

image-3

Di akhir kita bersalam tangan dengan Kak Adenita dan mengucapkan terima kasih serta selamat tinggal. Sesi kebersamaan ini tentu memberikan manfaat bagi kita dan aku tiak sabar untuk menerapkan tips + pengalaman dari Kak Adenita.

Sekian ceritaku,, terima kasih sudah membaca!!

Autobiografi Singkat

dsc_9642a

Hai! Nama saya Shafa Alika Rahman, suka dipanggil Alika, Kakak, atau Uchup. Saya lahir di Jakarta pada tanggal ** April 20**, lebih tepatnya di Rumah Sakit Asih, Jakarta Selatan. Saya anak dari Bapak Aszka Arief Rahman dan Ibu Wida Indira Djunara. Saya anak sulung dengan seorang adik laki-laki bernama Jyoji Maliq Rahman, yang berbeda 3 setengah tahun denganku. Saya juga mempunyai ayah tiri bernama Bapak Mahatma Pandu Utomo. Dan sekarang saya menetap di Kota Lautan Api, Bandung.

Saya bisa bermain piano, drum, dan gitar, tetapi tidak terlalu mahir. Saya juga menyukai sepatu roda, lebih tepatnya roller blade, dan saya juga suka membaca novel serta menulis cerita pendek. Saya bisa dibilang menyukai banyak hal, tetapi tidak mendalam. Maka, sebab itu saya belum tahu pasti hobiku. Saya tidak begitu suka mengikuti lomba-lomba, setidaknya saya pernah mendapatkan sebuah penghargaan *setidaknya saya sendiri cukup bangga karena nya, walaupun itu bukan lah hal yang begitu besar*.

Sekarang saya menduduki kelas VII di SMP Semi Palar yang merupakan sekolah alam. Dan sebelumnya , saya menimba ilmu di SD Priangan. Hari pertama masuk SMP saya justru merasa tak sabaran, tak sabar untuk teman baru, guru baru, kelas baru, lingkungan baru, dan ajaran baru. Awal mula saya mengira ajaran SMP tidak akan menjadi beban untuk saya, dan saya salah. Tugas-tugas SMP menumpuk setinggi gunung, mereka akan terus menumpuk dalam hitungan waktu. Tetapi saya tidak akan membiarkan tumpukan tugas-tugas itu menjadi penghalang bagi masa depan saya, saya tetap berusaha untuk mentuntaskannya hari demi hari. Ternyata, kehidupan di SMP sangatlah berbeda dengan kehidupan waktu SD.

Lalu, mengapa saya dipanggil ‘Uchup’?? Nama ‘Uchup’ bisa dibilang nama formal untuk sebuah panggilan lelucon. Salah satu teman saya saat SD suatu hari memanggil saya ‘Uchup’ dan hal tersebut semakin hari menjadi kebiasaan, saya juga tidak terlalu mengerti mengapa ‘Uchup’. Saya tidak terlalu bisa mengeluarkan lelucon setiap saat dan menjadi ‘sang pelawak’, tetapi saya cukup bisa membuat orang-orang tertawa dengan kelakuan saya.

Kejadian-kejadian yang menurutku penting salah satunya adalah lulus SD, saya merasa saya sudah menyelesaikan salah satu jenjang atau tahap yang penting dalam hidup saya. Saya juga merasa saat ayah dan bunda saya bercerai. Itu sangat berpengaruh kepada karakter dan kepribadianku, terutama saat memasuki tahap remaja sekarang. Dan mungkin karena saat bayi, saya sering jatuh dari kasur. Itu bisa jadi penyebab mengapa saya sering hyperactive.

Sekian Autobiografi saya,, terima kasih sudah membaca!!

Aku Baru Tahu Bahwa Deuteromycotina..

Deuteromycotina merupakan pengelompokkan fungi yang belum belum diketahui jelas cara reproduksi seksualnya.

Jamur biasanya ber-reproduksi secara seksual ; blastospora ( tunas ), artospora ( pembentukkan tunas dengan benang-benang hifa ) dan konidia. Karena belum diketahui cara reproduksinya, jamur ini disebut jamur imperfecti ( jamur tidak sempurna ).

Salah satu contoh jamur Deuteromycotina adalah Monilia Sitophilia. Setelah diketahui, ternyata jamur ini menghasilkan arkospora didalam askus ( peritisium ) yang menjadikan jamur ini masuk ke dalam kelompok Ascomycotina dan nama iliahnya diubah menjadi Neurospora Sitophilia atau Neurospora crassa.

Ciri – ciri Deuteromycotina :

  • Memiliki hifa bersekat
  • Dinding selnya dari zat kitin
  • Jarang membentuk tubuh buah
  • Berukuran miskrokopis
  • Hidup sebagai saprofit ( parasit )

Contoh jamur + Peranannya :

  • Tinea Versicolor, dapat menyebabkan panu pada manusia
  • Epidemophyton Floocossum, dapat menyebabkan penyakit atlet pada manusia
  • Trichophyton, dapat menyebabkan penyakit kulit ‘ring worm’ pada manusia
  • Helminthospora Oryzae, dapat merusak kecambah serta menyerang daun dan buah tanaman  budi daya ( sebagai parasit )

SEJARAH CARINGIN

 

IMG_1264

Pohon Karet khas Caringin

Pak Kandi baru berumur 12 tahun saat Indonesia merdeka, sekarang beliau sudah berumur sekitar 83 tahun dan sedang menikmati masa lansianya. Berdasarkan cerita Pak Kandi, nama daerah ‘Caringin’ berasal dari pohon beringin yang dulu menjadi pusat daerah Caringin.

Dulu terdapat 2 pohon beringin dan 1 pohon karet di Caringin, namun dua pohon beringin tersebut tumbang. Di salah satu pohon beringin tersebut terdapat rumah pohon yang dibuat oleh Jepang untuk memantau keadaan sekitar. Karena jaman dulu belum ada gedung-gedung tinggi, jadi Jepang bisa memantau jauh keadaan.

Warga Caringin terpaksa menerima jajahan dan mengungsi ke bagian utara, sedangkan di Caringin dibuka jalan oleh Jepang. Warga tentu merasa takut. Walaupun mereka memberontak, Jepang tetap berhasil membuat mereka tunduk.

Tak terkecuali, H. Mulya dan Padma Godeg bisa dibilang ‘tak terkalahkan’ di Caringin, orang-orang menyebut mereka sakti. Mereka bisa melawan penjajah tanpa terkena serangan balik, biasanya mereka suka ‘menghilang tiba-tiba’ dan para penjajah tidak bisa menemukannya. Padma Godeg juga merupakan kakek moyangnya Pak Kandi.

Caringin juga pernah menjadi gudang penyimpanan pesawat terbang. Pesawat-pesawat tersebut dijaga untuk mencegah terkena bom bila ada musuh yang menyerang. Di Caringin juga terdapat sebuah gua, tetapi ada pemuda dari Batak yang membeli gua tersebut dan menutup gua tersebut. Bahkan ia juga memasang benteng di sekitarnya.

Sekarang, Caringin sudah dikenal dengan sebutan ‘Sukamulya’ yang diambil dari nama Haji Mulya. Daerah Caringin sudah dipenuhi dengan pemukiman penduduk dan kompleks perumahan. Pada tanggal 17 Agustus kemaren, Caringin juga mengadakan berbagai lomba seperti ; balap karung, panjat pinang, kelereng, dan lain-lain. Caringin merupakan daerah yang sangat luas.

Harapanku untuk Caringin adalah agar Caringin menjadi lebih maju, bersih, tentram, dan penduduknya lebih rukun dari sebelumnya..

 

 

 

 

 

 

 

Sumber Wawancara

 

Nama                                  : Pak Kandi

Usia                                     : 83 tahun

Waktu Wawancara         : 24 Agustus 2016